Home » Perbankan » BSI » Buka Rekening BSI Bisa Kok Tanpa NPWP, Tapi ….
Buka Rekening BSI Bisa Kok Tanpa NPWP, tapi tarif pajak besar

Buka Rekening BSI Bisa Kok Tanpa NPWP, Tapi ….

jumanto.net – Buka rekening BSI tanpa NPWP. Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP biasanya disyaratkan saat kita mau membuka rekening tabungan baru. Baik itu Bank BRI, BNI, BCA, Mandiri, BTN, Bukopin, Muamalat, termasuk juga Bank Syariah Indonesia.

Seperti pernah saya tuliskan sebelumya, bahwa salah satu syarat buka rekening BSI adalah dokumen NPWP ini.

NPWP nantinya akan diminta, baik membuka rekening tabungan offline maupu online.

Selain NPWP, kamu juga harus menyiapkan KTP jika mau membuka rekening tabungan baru di Bank Syariah Indonesia.

Jika persyaratan sudah lengkap, silakan segera buka rekening tabungan BSI dengan biaya setoran awal 100rb saja untuk tabungan easy mudharabah dan wadiah.

Saldo awal buka rekening BSI sebesar 100rb, akan dipotong 50rb sebagai saldo minimal (saldo mengendap, tidak bisa diambil).

Apakah Buka Rekening BSI Wajib Pakai NPWP?

Berbeda dengan KTP, NPWP bukanlah syarat wajib untuk mengajukan pembukaan rekening tabungan baru.

Buka tabungan tanpa KTP itu gak bisa, jika kamu berumur 17 tahun ke atas.

Tapi untuk NPWP, sifatnya gak wajib.

Jika kamu sudah memiliki NPWP, silakan gunakan NPWP tersebut untuk melengkapi persyaratan yang diminta.

Namun, jika gak punya, masih bisa kok buka rekening tabungan BSI tanpa NPWP.

Dan itu gak ditolak sama Bank BSInya.

So, tenang aja.

Gak masalah.

Baca juga: Apa Itu Biaya Dormant BSI.

Apa Risiko Buka Rekening BSI Tanpa NPWP?

Buka tabungan BSI tanpa NPWP memang bisa.

Namun, ada kekurangan atau kerugiannya.

Apa kerugian tidak menggunakan NPWP saat buka rekening di Bank Syariah Indonesia?

Tarif pajak yang lebih besar.

Dua kali lipat dibandingkan jika kamu punya NPWP.

Simulasi Pajak Saat Buka Rekening BSI Tanpa NPWP

Untuk memperjelasnya, mari lihat simulasi perhitungannya berikut ini.

Saat menabung di Bank BSI, kamu dapat bagi hasil 100ribu dari bank.

Bagi hasil dan bonus yang diberikan, itu dipotong pajak.

Anggaplah pajak yang dipotong 20% jika ada NPWP.

Kalau tidak ada NPWP, tarif pajaknya 2 x lipat.

Jadinya 40%.

So, besaran pajak bagi hasil atau bonus BSI sebagai berikut:

  • NPWP: 20% x 100rb = 20rb.
  • Tanpa NPWP: 40% x 100rb = 40rb.

Gimana, besar banget kan selisihnya?

Buka Tabungan Emas BSI Tanpa NPWP

Saat mau membuka rekening tabungan emas di Bank Syariah Indonesia, dokumen NPWP juga disyaratkan.

Jika tidak menggunakan NPWP, pajak yang dikenakan juga seperti di atas.

Tanpa NPWP, setiap beli emas dikenakan PPh pasal 22 sebesar 0,9%.

Sementara kalau pakai NPWP, hanya 0,45%.

Saat menjual emas juga demikian.

Tanpa NPWP, pajak yang dikenakan 3%.

Sedangkan kalau pakai NPWP, pajaknya cuma 1,5%.

Jadi, Baiknya Pakai NPWP atau Gak?

Nah, setelah membaca artikel ini, tentu tinggal pilihan kamu saja.

Kalau mau buka tabungan doang, apalagi tabungan wadiah, gak masalah juga tanpa NPWP.

Karena uang yang didapat dari tabungan itu gak seberapa.

Gak terlalu ngaruh juga pajaknya.

Tapi kalau mau investasi di BSI, misal buka deposito, reksadana, dan tabungan emas, rugi kalau gak pakai NPWP.

Soalnya, pajaknya gede banget jadinya.

Dua kali lipat bro pajak yang dipotong kalau tanpa NPWP.

Sayang kan?

Kesimpulan

NPWP diperlukan karena digunakan untuk kebutuhan perpajakan oleh bank.

Untuk nasabah yang NPWPnya terverifikasi, pajaknya standar.

Kalau tanpa NPWP, tarifnya 2 x dibandingkan tarif pakai NPWP.

Nah, kurang lebih itulah penjelasan lengkap tentang NPWP Bank Syariah Indonesia. Buka rekening BSI tanpa NPWP itu bisa, tapi pajak atas bagi hasil lebih besar tarifnya. Baca juga: Jenis Tabungan BSI.

Leave a Comment

Your email address will not be published.